12 Ciri Penyedia Jasa Bangun Rumah yang Buruk


Ketika memilih penyedia jasa bangun rumah, kita haruslah bersikap selektif. Memuaskan atau tidaknya hasil pembangunan rumah sangat tergantung oleh mereka. Bila pekerjaan mereka tidak memuaskan, kita akan rugi secara materiil maupun waktu. Oleh karena itu, kenalilah 12 ciri penyedia jasa bangun rumah yang buruk.

1. Tidak Memiliki Referensi
Memiliki referensi merupakan salah satu ciri penyedia jasa bangun rumah atau kontraktor berkualitas. Referensi tersebut berupa porfofolio yang menjelaskan pengalaman proyek yang pernah diambil. Di dalamnya, terdapat juga kontak konsumen yang pernah menggunakan jasa kontraktor. Namun, bila kontraktor tidak memiliki referensi, tentu kita patut waspada. Kita tidak dapat mengetahui apakah mereka benar-benar ahli atau tidak.

2. Menawarkan Diri Secara Tiba-Tiba
Penyedia jasa yang buruk biasanya juga menawarkan diri secara tiba-tiba ke kita. Mereka akan meyakinan kita dengan berbagai cara agar menggunakan jasa mereka. Misalnya seperti mengatakan mereka baru menyelesaikan proyek dan masih memiliki sisa bahan bangunan. Kita perlu berhati-hati bila mendapatkan tawaran seperti ini. Mungkin saja hasil pekerjaan mereka malah mengecewakan.

3. Menawarkan Harga yang Terlalu Murah
Penyedia jasa bangun rumah yang buruk cenderung menawarkan harga yang tidak realisitis. Hal ini bertujuan untuk membuat calon konsumen tertarik. Oleh sebab itu, kita tidak boleh hanya menemui satu penyedia jasa. Temuilah minimal 3 penyedia jasa untuk mengetahui kisaran biaya yang dibutuhkan.

4. Meminta Bayaran Cash Untuk Keseluruhan Pekerjaan
Penyedia jasa bangun rumah yang buruk umumnya hanya mau dibayar cash. Mereka juga tidak mau membayar PPh (Pajak Penghasilan Atas Jasa Konstruksi). Bila kontraktor kita berperilaku seperti ini, kita patut waspada. Mintalah bukti bayar yang sudah ditandatangani untuk berjaga-jaga bila muncul masalah.

5. Tidak Ada Kontrak
Dalam proyek konstruksi, perjanjian di atas kertas merupakan dasar yang kuat. Oleh karena itu, kita dan kontraktor wajib menandatangani perjanjian di atas kertas. Bila tidak ada kontrak, kita dapat dengan mudah dikelabui kontraktor. Misalnya seperti adanya biaya tambahan atau pekerjaan tambahan.

6. Meminta Bayaran di Awal
Apakah ketika di restoran kita membayar makanan yang baru akan kita pesan? Tentu saja tidak. Begitu juga halnya dengan penyedia jasa bangun rumah. Bila mereka profesional, mereka akan menyediakan modal untuk membeli bahan bangunan. Mereka juga akan puas bila konsumen melunasi pembayaran setelah rumah selesai dibangun.

7. Dimana Mereka Berlokasi?
Kualitas kontraktor yang buruk terlihat dari keadaan kantornya. Apabila kantor mereka terlihat berantakan dan tidak terpercaya, kita patut curiga. Selain itu, kita juga harus melihat apakan mereka terdaftar di asosiasi tertentu. Bila tidak terdaftar, kita akan kesulitan apabila muncul masalah selama proses pembangunan.

8. Pekerja yang Selalu Berganti-Ganti
Ciri lain kontraktor yang buruk ialah pekerjanya yang selalu berganti-ganti. Bisa saja ada orang yang bukan pekerja namun ikut membantu temannya. Padahal, kita tidak tahu apakah pekerja tambahan tersebut berpengalaman atau tidak.

9. Tidak Menyelesaikan Pekerjaan Tepat Waktu
Kontraktor memang harus menyelesaikan banyak pekerjaan selama proses konstruksi. Namun, mereka yang profesional tentu dapat menyelesaikan semua pekerjaan tepat waktu. Sebaliknya, kontraktor yang buruk akan selalu memperlama proses pengerjaan. Kitapun akhirnya harus menunggu lebih lama untuk menempati rumah baru.

10. Mencari Alasan Untuk Pekerjaan Tambahan
Selama proses konstruksi, bisa saja muncul masalah diluar perkiraan. Namun, kita harus curiga apabila masalah ini muncul terus-menerus. Kontraktor kemudian mendatangi kita untuk meminta biaya tambahan atas masalah yang terjadi. Perilaku ini bukan hanya menguji kesabaran, namun juga ketersediaan budget kita.

11. Hasil Pekerjaan Buruk
Hasil pekerjaan kontraktor akan merefleksikan kualitas mereka. Bila pekerjaan tidak rapi, tentu mereka bukanlah penyedia jasa profesional. Misalnya seperti paku yang berserakan serta pintu dan jendela terpasang salah. Untuk itu, kita harus rutin mengecek proses pekerjaan mereka. Bila ada yang salah, mintalah mereka untuk memperbaikinya.

12. Tidak Mementingkan Keamanan
Ketika mengerjakan pembangunan, penting untuk mengutamakan keselamatan. Bila tidak, resiko kecelakaan dapat terjadi baik pada pekerja maupun kita. Sebagai pemilik rumah, kita tentu bertanggung jawab bila ada pekerja yang terluka.

Sumber:
https://www.realhomesmagazine.co.uk/advice/12-signs-you-may-have-hired-a-cowboy-builder/

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "12 Ciri Penyedia Jasa Bangun Rumah yang Buruk"

Posting Komentar